Articles & News

Alomet di BPJS

Share :
02/04/2015 17:04:22 WIB | Dibaca: 646 kali |

Mental Transformation based Business Process Design, itulah judul pembelajaran Inhouse Workshop Alomet untuk Badan Pengelola Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan) Divisi Regional XIII pada tanggal 25-26 Maret 2015 di Serang, Banten.

 

Asuransi Kesehatan Nasional untuk seluruh masyarakat Indonesia sejak tahun lalu merupakan hot issues baik yang bersifat pro maupun kontra. Banyak masyarakat kelas bawah merasakan kemanfaatan dari keberadaan UU Kesehatan Nasional yang baru ini, karena selama ini biaya pengobatan dan kesehatan adalah momok bagi kaum yang tidak berpunya atau kaum papa. Tetapi juga tidak sedikit yang mengomel atau menggerutu dari kalangan kelas menengah yang selama ini difasilitasi oleh negara atau pemerintah terutama BUMN, merasa turun kelas dalam persoalan fasilitas kesehatan. Mengingat sudah puluhan tahun lembaga-lembaga milik pemerintah ini mempercayakan fasilitas kesehatannya kepada perusahaan  Asuransi Swasta dengan fasilitas yang berkelas atau kadang berkasta-kasta.

 

Kemudian isu yang berkembang pada saat ini adalah BPJS akhirnya akan bangkrut karena besarnya biaya kesehatan masyarakat yang harus ditanggung pemerintah. Sebagai contoh tahun 2014 saja BPJS Kesehatan diperkirakan akan defisit 1,2 T dan tahun 2015 akan lebih besar lagi.

 

Tidak banyak yang tahu bahwa memang BPJS Kesehatan adalah sebuah lembaga pemerintah yang suka tidak suka harus berubah secara mendasar (profound change), karena sebelumnya bernama Asuransi Kesehatan (ASKES).

 

ASKES harus melakukan sebuah perubahan total dalam proses kerjanya, karena selama ini mereka hanya melayani pegawai negeri dan pendapatannya berasal dari premi dengan cara memotong gaji pegawai negeri, sehingga tidak pernah ada keharusan bagi Askes untuk bertindak sebagai sebuah perusahaan asuransi yang sebenarnya.

Sedangkan sejak berlakunya UU Kesehatan Nasional, ASKES harus mampu untuk mengumpulkan pendapatan yang berasal dari seluruh masyarakat Indonesia, dan itu adalah sebuah mekanisme yang tidak mudah bagi pegawai-pegawai BPJS. BPJS harus berperan selaku perusahaan Asuransi Sosial Kesehatan Nasional. BPJS harus mengadopsi pola Social Health Insurance yang telah sukses di beberapa negara yang falsafah bangsa dan negaranya adalah sosialisme, seperti Jerman, Perancis, dan negara Sakndinavia seperti Swedia, Denmark, Norwegia dan Finlandia, tetapi juga sukses di negara Korea dan Jepang.

 

Selain Social Health Insurance memang ada sistem lain yakni Private Health Insurance seperti di Amerika, Spanyol, dan lain-lain dimana biaya kesehatan masyarakat diserahkan sepenuhnya kepada pihak swasta. Sistem inilah yang menyebabkan biaya kesehatan masyarakat negara itu menjadi begitu tinggi dan mahal, dan selama ini pula Indonesia telah menggunakan sistem tersebut.

 

Kemudian ada pula sistem National Health Insurance yang berlaku di negara-negara seperti Inggris dimana seluruh biaya kesehatan masyarakat ditanggung sepenuhnya oleh negara melalui APBNnya. Dan yang terakhir adalah Community Health Insurance yang banyak digunakan oleh masyarakat di negara-negara miskin terutama di Afrika.

 

Pergeseran (shift) sistem kesehatan masyarakat secara nasional dari Private ke Social Health Insurance, membuat pimpinan dan karyawan BPJS harus melakukan transformasi atau perubahan mendasar mulai dari pola pikirnya, pola kerjanya, perilakunya dan juga model bisnisnya bila menginginkan BPJS menjadi sukses di masa depan.

 

Kenapa Jerman, Perancis, Swedia, Korea dan Jepang bisa sukses selama ini, dan seharusnya BPJS bisa karena masyarakat Indonesia secara mayoritas menginginkan biaya kesehatan yang dapat terjangkau untuk kesejahterannya.

 

Semoga pelatihan dan pembelajaran 2 hari oleh Alomet & Friends merupakan langkah pertama dari seribu langkah untuk perubahan yang harus dilakukan BPJS akan membawa inspirasi dan manfaat bersama bagi seluruh karyawan BPJS, pemangku kepentingan lainnya seperti Rumah Sakit, pabrik obat dan masyarakat luas.

 

 

 


Kolom Facebook

Kolom Workshop Terbaru