Articles & News

Alomet & Friends di BAHANA Group

Share :
19/11/2015 11:29:49 WIB | Dibaca: 680 kali |

Oleh : Alomet & Friends

Alomet & Friends diawal kwartal 4 2015 telah menjalin kerjasama untuk menyusun rancangan dan rencana jangka panjang perusahaan  sebuah perusahaan jasa keuangan milik BUMN papan atas yaitu PT. Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI).

PT. BPUI selaku perusahaan induk memiliki 4 perusahaan anak , yaitu :

  • PT. Bahana Securitas
  • PT. Bahana Artha Ventura
  • PT. Bahana TCW Investment Company
  • PT. Bahana Graha Niaga Tata Utama

 

Bahana group atau BPUI telah meminta Alomet & Friends untuk membantu penyusunan dan perumusan kembali Rencana Jangka Panjang Perusahaannya  (RJPP) untuk tahun 2016-2020.

RJPP yang diminta oleh BPUI adalah berbasis Balanced Scorecard & Key Performance Indicator, sebuah metoda yang selama ini memang banyak dipakai oleh BUMN-BUMN sebagai arahan dari Kementerian BUMN kepada BUMN-BUMN di Indonesia, dengan metoda yang telah mereka kembangkan dan modifikasi dengan nama Kriteria Penilaian berbasis Kinerja Unggul (KPKU).

Berdasarkan pengamatan dan analisa kami selama ini, dari klien klien kami yang telah menerapkan, metoda KPKU ini, yang merupakan penggabungan pemahaman pengetahuan balanced scorecard dengan  Malcom Baldridge yang asalnya dari MBNQA ( Malcom Baldridge National Quality Award ) telah mengalami kesulitan.

Karena hasilnya cukup membingungkan banyak BUMN yang menerapkannya, karena tingkat modifikasi dan kerumitan yang cukup tinggi. BPUI adalah perusahaan kesembilan di lingkungan BUMN yang telah meminta advice kepada Alomet & Friends.

Berdasarkan analisa kami, penyebab utamanya adalah karena ketidak pahaman para creator KPKU di lingkungan Kementerian BUMN, bahwa sebenarnya ada  perbedaan mendasar antara Malcom Baldridge dengan Balanced Scorecard, walaupun kedua-duanya mencoba mengutarakan tentang kinerja (performance).

Description: D:\SHARE DOK ALOMET\4. Arman\2. ARTIKEL & BERITA WEBSITE\3. BERITA AKAN DIMUAT\IMG-20150930-WA0019.jpg

Balanced scorecard yang ditemukan adalah Robert R. Kaplan dan didalam perkembangannya akhirnya telah menjadi ilmu management strategi yang mulai diperkenalkan pada tahun 80’an. Semuanya berbasis pengukuran hasil program program kerja utama atau strategis yang bersifat jangka panjang, oleh karenanya disebut Indikator Kinerja Utama atau Key Performance Indicator. Balanced Scorecard tidak pernah dianjurkan untuk mengukur kinerja yang bersifat regular atau dilaksanakan secara berulang di perusahaan.

Sedangkan malcom baldridge adalah metoda  sebuah lembaga di Amerika yang dalam hal ini adalah  Kementerian Perdagangan Amerika dalam menyusun rating kualifikasi perusahaan perusahaan berbasis ilmu pengetahuan atau Mutu (Quality)  dan Kepemimpinan (Leadership) dan proses penilaian ini dilakukan dengan cara Assessment.

Jadi pada dasarnya, latar belakang dan proses penilaiannya memang berbeda, Balanced Scorecard dengan cara pengukuran (measurement), sedangkan Malcom Baldridge dengan cara assesmen (assessment), sehingga tidak heran kalau banyak perusahaan mengalami kesulitan dalam menerapkan konsep KPI (Key Performance Indicator) dengan mengandalkan KPKU (Keriteria Penilaiaan Kinerja Unggul).

So, bukan sesuatu yang  aneh , bila akhirnta perusahaan seperti Bahana Group meminta Alomet & Friends untuk membuat RJPP-nya tahun 2016-2020, karena mereka memang memerlukan metoda dan cara mengukur proses dan program kerjanya yang bersifat strategi untuk jangka panjang d engan cara yang benaruntuk dapat memenangkan persaingan bisnis yang berkelanjutan.

 


Kolom Facebook

Kolom Workshop Terbaru